Table './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedTable './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failed
BangkaPos.cetak :: Gerbang Informasi Kepulauan Bangka Belitung
PANGKALANBARU, BANGKA POS - Para tersangka pembunuhan Cong Loi Men alias Amen (26), sengaja datang ke Pantai Telapak Dewa, Desa Batu Belubang untuk mencari ‘mangsa’ dan berniat merampas hartanya.
Empat tersangka yakni Yanto (28), Madi (27), Eci (24) dan Jn (DPO) melakukan pertemuan di sebuah rumah di Pasir Putih Pangkalpinang, Selasa (15/1) sekitar pukul 10.00 WIB.
Sembari minum kopi di rumah yang digunakan Jn untuk menginap, Eci mengutarakan hal tersebut. Para tersangka kemudian menuju rumah Eci di Komplek Bedeng Samfur menggunakan dua sepeda motor.
Para tersangka berboncengan, langsung menuju Pantai Telapak Dewa, sekitar pukul 11.30 WIB. Usai memarkir sepeda motor di bawah pohon besar, tersangka berjalan kaki menuju pantai dan melihat sepeda motor F1 warna merah sedang diparkir.
Kejadian tersebut terungkap dalam rekonstruksi pembunuhan Amen yang dilakukan aparat Polresta Pangkalpinang, Senin (14/4) siang. Tiga tersangka sengaja dibawa ke lokasi pembunuhan guna melengkapi berkas berita acara pemeriksaan.
Sekitar lima menit berada di tepi pantai, para tersangka tidak melihat seorangpun di lokasi kejadian. Tidak lama kemudian terlihat Amen dan pacarnya, Natalia alias Lia (18) sedang berdua-duaan.
Jn langsung mengacungkan pisau sembari menghampiri korban. Yanto, Eci dan Madi berusaha menangkap Amen namun korban melawan dan berusaha lari. Madi mengejar korban dan berhasil menangkapnya. Yanto mendekat dan hendak mengambil pisau yang terselip di pinggangnya.
“Tetapi pisau itu terjatuh dan diambil Eci. Eci melemparkan kembali pisau itu kepada saya,” kata Yanto. Yanto menikam perut kanan korban hingga pisau terlepas. Eci tak mau ketinggalan juga ikut-ikutan menikam perut kiri korban yang terkapar di pantai. Sedangkan Jn bertugas memegang tangan Lia.
Dalam reka ulang itu, Eci dan Yanto tersangka dipapah petugas. Kaki Eci dan Yanto terlihat masih lemah akibat luka tembak yang dideritanya.
Sedangkan Lia ikut hadir dalam reka ulang itu dan berperan sebagai saksi korban. Korban Amen dan tersangka Jn diperankan oleh petugas Polresta.
Usai menikam korban, Eci mengambil dompet dan handphone (Hp) Nokia 6230. Setelah itu, Eci membantu Jn mengikat tangan Lia. Sedangkan Yanto dan Madi mengikat tangan Amen dan menyeretnya ke arah Lia.
Jn menyobek baju Lia menggunakan pisau dan ditarik Yanto yang menyumpal mulut Lia agar tidak menjerit. Eci mengikat tangan Lia menggunakan tali sepatu yang sudah disiapkan.
Belum puas, Yanto juga mengikat kaki Lia menggunakan baju hijau bekas sobekan. Kemudian Jn sambil berlari meninggalkan korban dan sempat mengiris ban sepeda motor korban.
Keempat tersangka kemudian kabur menggunakan dua sepeda motor ke arah Pangkalpinang. Merasa diburu polisi, para tersangka berpencar dan kabur ke luar Bangka.
Polisi terlebih dulu menangkap Madi warga Palembang yang kebetulan komplotan perampok yang kerap beraksi di Pangkalpinang. Kemudian, Kamis (20/3) petugas membekuk Yanto warga Batu Raja, OKU di Lokalisasi Teluk Bayur.
Eci warga gang Pipa Putih, Simpang Sungki, Kertapati Palembang diciduk buser, Sabtu (29/3) lalu. Dari hasil pemeriksaan, pembunuhan itu dilatarbelakangi perampasan harta korban.
Dari hasil reka ulang itu tidak sesuai dengan pengakuan pertama Lia yang menyebutkan mereka sudah diikuti pelaku dari Samfur.
Kapolresta Pangkalpinang AKBP Ahmid Manputra didampingi Kasat Reskrim AKP Mito mengatakan, reka ulang dilakukan guna melengkapi berkas pemeriksaan sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.
Rekonstruksi dipimpin Mito dan dijaga oleh puluhan aparat Polresta. Puluhan warga di sekitar lokasi berdatangan melihat adegan rekonstruksi tersebut.
“Rekonstruksi berjalan lancar. Ini perlu dilakukan untuk melengkapi pemeriksaan,” tandas Kapolresta. (h2)