Table './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedTable './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failed
BangkaPos.cetak :: Gerbang Informasi Kepulauan Bangka Belitung
PEMALI, BANGKA POS - Sebanyak 164 warga Dusun Keceper, Kecamatan Pemali mendapatkan layanan pengobatan gratis dari Rumah Sakit Medika Stannia (RSMS) Sungailiat di SDN 12, Minggu (13/4).
Dirut RSMS, dr Khairul Saleh SpPd kepada harian ini mengatakan, kegiatan sosial ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-3 RSMS pada tanggal 28 April 2008 mendatang. Selain pengobatan massal, kegiatan lagi seperti donor darah, sunatan massal yang bertepatan dengan libur sekolah bulan Juni nanti juga akan dilaksanakan.
“Kegiatan ini bentuk kepedulian RSMS sebagai rumah sakit melayani masyarakat, dan memberikan kontribusi supaya masyarakat bisa menikmati pelayanan kesehatan secara gratis,” katanya.
Menurut Khairul, pada bulan Mei ini pihaknya juga akan memberikan penyuluhan awam, salah satu dengan tema mengatasi rasa nyeri yang berhubungan dengan fisioteraphy.
“Juga ada seminar awam kedua yaitu kampanye anti rokok, karena hal ini sangat penting bagi kita. Rokok banyak berhubungan dengan penyakit degenerasi, seperti diabetes, gangguan cardiovaskuler, dan tumor paru. Kita ingin membantu pemerintah bagaimana mengkampanyekan kegiatan anti rokok,” ujarnya.
Ketua Panpel, drg Berthin menambahkan, target dalam pengobatan gratis kemarin sebanyak 200 orang, tapi yang datang sampai pukul 12.00 WIB sekitar 164 orang. Selain dilaksanakan di SD 12, petugas medis dengan ambulans juga melakukan kunjungan ke rumah-rumah pasien yang tidak hadir.
“Tadi dalam kunjungan ke rumah-rumah kita menemukan satu orang suspect malaria serebral, pasien ini harus dirujuk melalui puskesmas ke RSUD untuk pengobatan lebih lanjut,” jelasnya. Sedangkan Mide, warga Keceper mengucapkan terima kasih dengan kegiatan tersebut karena bisa membantu mengobati keponakannya yang sudah 1,5 tahun menderita malaria. “Kalau penyakitnya kumat, dia sering ngamuk dan menyerang kami, karena itu kita tempatkan dia dalam kamar sendiri,” kata Mide. (edw)