Table './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedTable './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failed
BangkaPos.cetak :: Gerbang Informasi Kepulauan Bangka Belitung
<span style="font-weight: bold;">SUNGAILIAT, BANGKA POS</span> - Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka belum bisarnmemastikan apakah rencana ujian nasional (UN) tingkat sekolah dasarrn(SD) akan dilaksanakan pada tahun 2008 mendatang. Pasalnya, hingga saatrnini pihaknya belum mendapatkan petunjuk teknisnya baik dari pemerintahrnpusat maupun pemerintah Provinsi Babel.
Kepala Bidang (Kabid) TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka, TeddyrnSudarsono kepada harian ini di ruang kerjanya, Selasa (23/10) siangrnmengatakan, belum ada informasi apapun terkait rencana pelaksanaan UNrnSD. <br>rn<br>rn“Kita belum dapat informasi terkait UN SD ini, kalau isu-isu sih sudahrnlama. Hingga sekarang pun kita belum menerima informasi apapun baik iturnpetunjuk teknis maupun petunjuk pelaksanaannya, baik lisan maupunrntulisan. Rapat dengan pusat atau provinsi juga belum ada, lebih-lebihrnmasalah mata pelajaran yang akan diikutsertakan dalam UN,” ujar Teddy.<br>rn<br>rnMenurut Teddy, bila tahun 2008 harus dilakukan UN maka harus adarnpersiapan matang baik dari Diknas, sekolah-sekolah apalagi pararngurunya. “Kita juga harus koordinasi dengan semua UPTD di tiaprnkecamatan, belum lagi masalah sosialisasi kepada siswa, bagaimanarnteknis LJK-nya semuanya harus tahu. Selain itu, biaya pun otomatis akanrnbertambah besar,” kata Teddy.<br>rn<br>rn<div style="text-align: right;"><span style="font-weight: bold;">Ditinjau Ulang<br>rn<br>rn</span></div>rnSementara Wakil Ketua Komisi A DPRD Bangka, Junaidi menyatakan,rnseharusnya UN untuk SMP dan SMA harus dihapus bukan malah ditetapkanrnjuga untuk jenjang SD. <br>rn<br>rn“Tidak perlu UN SD dilaksanakan, malah UN SMP dan SMA itu kita minta ditinjau ulang, seperti masalah soal<br>rn&nbsp;yang tidak bisa disamakan antara sekolah di pusat dan daerah.rnBelum lagi perlakuan bagi sekolah masing-masing, setahu saya siswa dirnsekolah negeri rata-rata direkrut dari siswa-siswa pilihan beda denganrnsekolah swasta tertentu, namun hasil yang ingin dicapai harus sama.rnInikan, menurut saya tidak fear, sehingga ada sekolah yang berusaharnagar siswa lulus semua dengan cara yang tidak benar,” jelas Junaidi.<br>rn<br>rnBerbeda dengan Haziadi alias Tabot anggota Komisi A DPRD Bangka. Tabotrnmalah mendukung rencana UN SD tesrebut. “Ada baiknya kita coba dulu.rnApalagi, informasinya mata pelajaran yang di-UN-kan itukan tidakrnsemuanya, dan kelulusannya juga masih ditentukan oleh sekolahrnmasing-masing,” ujar Tabot.<br>rn<br>rnTabot juga mengatakan UN SD ini sebagai upaya peningkatan kualitasrnsiswa. “Ya mudah-mudahan siswa-siswa di daerah ini bisa lebihrnberkembang,” ujarnya.(<span style="font-weight: bold;">h7</span>)<br>rn