Table './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedTable './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedBangkaPos.cetak :: Gerbang Informasi Kepulauan Bangka Belitung
Tribun Bangka
Warga Simpang Yul Ancam Golput
  • Jaringan PLN Belum Juga Dipasang
edisi: 28/Jul/2008 wib
TEMPILANG, BANGKA POS -- Masyarakat Desa Simpang Yul Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat, mengancam golput, bila sampai menjelang pelaksanaan pemilu 2009 nanti, jaringan PLN tidak juga dipasang ke perumahan penduduk dan fasilitas umum di lima dusun di desa setempat.
Ancaman golput ini tampaknya serius dan juga tidak main-main, desas desus ini mengemuka dengan sendirinya murni dari masyarakat. Latar belakang munculnya ancaman golput, tidak hanya persoalan tingginya biaya operasional genset dan diesel sebagai sumber penerangan warga setempat.

Namun utamanya, mereka kecewa terhadap janji-janji para pemimpin dan wakil rakyat, yang kini sudah duduk sebagai pejabat pemerintahan baik dilegeslatif maupun eksekutif, yang pernah berjanji memperjuangkan listrik bisa masuk atau terpasang ke perumahan penduduk.

Janji-janji tersebut disampaikan pemimpin dan wakil rakyat, kampanye pemilu atau pilkada ditahun-tahun sebelumnya, namun janji itu sampai sekarang belum terbukti.

Tokoh masyarakat Desa Simpang Yul Sutarman menyatakan, selain beberapa penyebab (latar belakang) tadi, ada kekecewaan lain yang melatarbelakangi, ketika jaringan PLN masuk di desa ini delapan atau sembilan tahun lalu, masyarakat ramai-ramai bergotong royong membuka lahan yang akan dilalui jaringan PLN.

“Waktu itu masyarakat sangat senang sekali, jaringan PLN masuk sampai ke desa kita dan masyarakatpun ramai-ramai gotong royong, ya mulai nebas hutan, malah masyarakat rela menghibahkan tanam tumbuhnya, tanpa ganti rugi, dengan harapan jaringan listrik langsung bisa dipasang ke rumah-rumah, tapi kenyataannya tidak ada sampai sekarang,” beber Sutarman.

Sutarman menandaskan, ancaman golput di pemilu 2009 ini murni muncul dari masyarakat, bukan sebab pengaruh atau provokasi orang lain. Ancaman golput ini akan dituangkan secara tertulis, lantas akan disampaikan ke Bupati, DPRD Kabupaten Bangka Barat, Gubernur dan DPRD Provinsi Babel.

Tidak Terbukti

Senada diungkapkan Anggota BPD Simpang Yul Marzuki. “Masyarakat banyak yang ngomong langsung ke saya, soal ancaman golput di pemilu 2009, kita sebagai BPD ya menampung saja apa yang menjadi aspirasi dari warga,” ujar Marzuki juga Ketua Pengurus Anak Ranting PDI Perjuangan Desa Simpang Yul ini.

Dikatakan Marzuki, para pemimpin dan wakil rakyat yang sekarang duduk di atas, waktu kampanye berjanji didepan masyarakat, mau memperjuangkan listrik bisa masuk ke perumahan penduduk, tapi sampai sekarang tidak terbukti.

Hal ini dibenarkan Anggota LPM Desa Simpang Yul Mat Jamil dan Tokoh Pemuda desa setempat Iwan. Menurut Iwan, bahkan beberapa tahun lalu, pemerintah desa pernah mengusulkan pemasangan KWh ditempat fasilitas umum seperti sekolah dan masjid, tapi sampai sekarang tidak juga terpasang.

Warga Dusun Penegak Desa Simpang Yul Bahri menyebutkan, khusus di Dusun Penegak, ancaman golput 2009 belum begitu mengemuka. “Tapi masyarakat dusun sini, kalau mengingat janji-janji pemimpin dan wakil rakyat dalam kampanye dulu memang kecewa,” jelas Bahri dikediamannya.

Kades Simpang Yul Jemari Suhip menyatakan, pemerintah desa mengkawatirkan jika ancaman golput nanti terjadi, sebelumnya pemdes juga telah melakukan pendataan mata pilih.

“Masyarakat baik secara pribadi maupun rombongan datang ke rumah atau kantor desa, aspirasinya sama, ancam golput pemilu 2009 itu, kita ya langsung mengarahkan supaya nanti jangan golput, tapi kayaknya sudah susah, dalam persoalan ini kita pemdes kan sebagai pihak yang ada ditengah,” ujar Jemari dibenarkan para stafnya di Kantor Desa Simpang Yul. (yik)
Komentar untuk "Warga Simpang Yul Ancam Golput"
Komentar Anda:
Salin karakter yang terlihat di kotak atas.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Breaking News TV
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort