Table './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedTable './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failed
BangkaPos.cetak :: Gerbang Informasi Kepulauan Bangka Belitung
PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Bangka Belitung (Babel) merasa diuntungkan gara-gara mendapat nomor urut 27 pada Pemilu Legeslatif 2009 mendatang. Pasalnya, pada pemilu 2004 lalu, PBB bernomor urut tiga yang dimilai banyak merugikan raihan suara partai berlambang bulan dan bintang ini.
Wakil Ketua Komite Aksi Pemenangan Pemilu (KAPU) sekaligus anggota DPRD Babel asal PBB, Azrul Azwar, kepada Bangka Pos Group, Selasa (22/7) mengatakan, pihaknya sedang merancang model-model kampanye yang tepat sepanjang masa kampanye sembilan bulan ke depan. “Kita dari PBB saat ini masih melakukan pematangan pada penyusunan pencalegan. Yang jelas, kami sudah memiliki caleg-caleg yang mampu bersaing,” kata Azrul.
Ia melanjutkan, PBB sangat yakin akan kans atau proyeksi raihan suara yang akan diperoleh nantinya. Di DPRD Babel sendiri, setidaknya ada delapan kursi yang diduduki oleh orang-orang PBB. Di pemilu mendatang, Azrul mengatakan PBB memasang target 15 kursi.
“Dengan kenaikan alokasi kursi 45, saya pikir target itu realistis. Karena suara provinsi merupakan suara akumulatif dari kabupaten/kota, maka target kita akan dinaikkan juga di level kabupaten/kota. Apalagi raihan suara di level-level seperti kabupaten/kota dan provinsi relatif sama,” jelasnya. Azrul menegaskan, kuota 30 persen wakil perempuan di PBB sudah terealisasi. Saat ini PBB telah memiliki caleg-caleg perempuan yang mumpuni. Menurutnya, aturan kuota 30 persen ini sebuah keharusan yang harus dipenuhi oleh partai.
Dalam juklak/juknis rekruitmen pencalegan menurutnya, kader-kader perempuan sangat diakomodir. Pihaknya sedang mempersiapkan hal tersebut, dan berjanji akan memenuhi. “Mengenai nomor urut, justru kita dirugikan waktu masih pakai nomor tiga dulu. Orang kan banyak dibuka sedikit saja kertas suara. Pas lihat logo kita, langsung dicoblos saja. Akhirnya kan suara tidak sah,” jelas Azrul.(i3)