Table './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedTable './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failed
BangkaPos.cetak :: Gerbang Informasi Kepulauan Bangka Belitung
PELEBARAN Jalan Raya Koba-Pangkalpinang menyebabkan pohon kelapa sangat dekat dengan badan jalan yang dikhawatirkan roboh dan mengenai pengendara. Foto diambil Senin (17/3) di jalan raya Desa Penyak.
KOBA, BANGKA POS - Untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna jalan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas Jalan Raya Koba-Pangkalpinang diperlebar. Namun, proyek tersebut menimbulkan kecemasan warga dan pengguna jalan karena pohon kelapa menjadi sangat dekat dengan badan jalan.
Akar serabut pohon kelapa tersebut kini banyak yang menonjol ke permukaan akibat sodokan alat berat yang dikhawatirkan mudah roboh. Apalagi, pohon kelapa ini berada di pantai yang anginnya bertiup kencang.
Heri, warga Pangkalpinang, kepada harian ini, mengaku was-was saat melintas di ruas jalan Desa Penyak sejak proyek pelebaran jalan tersebut dikerjakan. Ia takut pohon kelapanya tiba-tiba ambruk dan menimpanya yang kebetulan melintas.
“Saat ini sering turun hujan, bisa saja tanah di sekitar pohon kelapa itu menjadi labil, jadi mudah roboh saat ditiup angin pantai. Apalagi malam hari, karena anginnya sangat kencang,” kata Heri kepada Bangka Pos Group di Koba, Senin (17/3).
Heri berharap, pihak terkait dapat segera mengantisipasi masalah tersebut sebelum terjadi kecelakaan. “Kita menyambut baik dan berterimakasih atas kepedulian pemerintah memperlebar jalan tersebut. Namun, hendaknya diimbangi dengan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan,” harap Heri.
Anggota DPRD Bangka Tengah, H Herman Effendi A Rani, kepada harian ini, mengaku telah mendapat laporan dari masyarakat yang merasa khawatir dengan kondisi tersebut.
“Sebenarnya tidak hanya pohon kelapa saja yang membahayakan para pengguna jalan. Lubang-lubang yang belum ditambal juga sangat membahayakan, karena selain cukup dalam, jumlahnya cukup banyak bahkan terkadang tidak dipasang rambu-rambu,” kata Herman.
Herman berharap pihak terkait melakukan koordinasi sehingga proyek tersebut tidak membahayakan masyarakat sekitar dan pengguna jalan.
“Kita sangat mendukung adanya pembangunan, namun jangan sampai pelaksanaan pembangunan tersebut justru membahayakan masyarakat,” kata Herman.(g18/byo)