Table './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedTable './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedBangkaPos.cetak :: Gerbang Informasi Kepulauan Bangka Belitung
Sikap Kami
Derita Putri Jangan Terulang
edisi: 09/Mar/2010 wib
PUTRI, bayi sepuluh bulan buah hati pasangan Indra dan Susilawati, yang menderita pembesaran pada organ di perut, akhirnya menghadap Sang Khalik, Sabtu (6/3) di Rumah Sakit Umum Daerah Bangka Tengah.

Penderitaan yang sudah berkepanjangan dialami Putri ini akhirnya berkesudahan. Allah rupanya memilih yang terbaik buat Putri. Diusia yang sangat belia, Putri mendapatkan cobaan dari Allah, dengan datangnya penyakit yang bersemayam dalam tubuhnya.

Cinta yang begitu besar dari ayahnya Indra dan Ibunya Susilawati ternyata belum mampu menghantarkan kesembuhan bagi Putri. Biaya yang sangat besar harus ditanggung belum mampu dikumpulkan sang ayah.

Berbagai upaya pengobatan alternatifpun dipilih kedua orang tuanya, ternyata  juga tak bisa berbuat banyak.
Doa dan harapan kedua orang tua Putri yang mendambakan uluran tangan para dermawan yang memiliki anugerah kecukupan dari Allah tak kunjung datang. Sentuhan kasih sayang dari pemimpin negeri inipun tak kunjung mampir  mendekati penderitaan Putri dan keluarganya.

Kasih sayang yang seringkali diucapkan pemimpin negeri saat kampanye pemilihan kepala daerah tempo hari juga tak pernah menemani sakit yang diderita oleh Putri. Jargon pengobatan gratis dan peningkatan kesejahteraan yang selalu di umbar saat kampanye tempo hari ternyata sudah lupa untuk ditepati oleh sang pemimpin negeri.

 Pengobatan gratis dan keadilan dibidang kesehatan ternyata jauh panggang dari api. Seluruh janji yang telah berbuih diucapkan tenryata hanya kata usang yang tidak tahu lagi kemana larinya.

Padahal kita tahu hampir setiap calon pemimpin negeri selalu megumbar janji pendidikan gratis, kesehatan gratis, peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat miskin, ternyata semua itu isapan jempol belaka. Setelah terpilih
menjadi pemimpin negeri, yang dipikirkan mereka hanya diri sendiri, keluaraga dan golongan mereka saja.

Sedangkan rakyat hanya pelengkap penderita keberhasilan calon pemimpin tersebut.
Kisah yang dialami Putri adalah satu dari ribuan cerita sedih anak negeri yang tidak memiliki kemampuan ekonomi. Kesulitan ekonomi keluarganya telah menghantarkan Putri tak mampu menikmati hidup dengan layak.

Pemimpin yang notabene memiliki kewajiban memenuhi kebutuhan dasar hidup rakyatnya seakan tutup  mata tak perduli akan nasib rakyat. Paddahal jika seorang pemimpin tersebut memahami hakikat Imam dalam ajaran Islam, jelaslah mereka akan merasa takut.

Bahwa nanti saat Ia kembali kehadirat Illahi, ia akan diminta pertanggungjawaban terhadap amanah yang telah disandangkan di pundak dirinya. Ketidakadilan dalam pemenuhan hak rakyat akan menjadi beban yang harus ditanggung oleh pemimpin tersebut di akhirat nanti.

Tapi sangat disayangkan, peringatan yang sudah jelas dalam ajaran Islam tersebut seakan tak mampu menerangi hati dan iman mereka. Derita Putri yang telah berbulan-bulan di publikasikan dalam harian ini tak kunjung jua meruntuhkan hati dan kerpedulian pememimpin negeri.

Para pemimpin yang seharusnya tidak layak menjadi pemimpin saat ini terlalu sibuk berfoya-foya dengan para begundal-begundal mereka, sibuk membuat program-program proyek yang sudah sangat jelas demi kepentingan dirinya, keluarga maupun kroni-kroninya.

Proyek yang hampir tidak diperlukan oleh rakyat sengaja dibuat-buat, bahkan dianggarkan setinggi mungkin, yang pada akhirnya kita tahu menjadi objek pencari keuntungan bagi kroni-kroninya. Sementara rakyat yang sangat membutuhkan ulurkan tangan dan simpati dari mereka tak menarik perhatian sedikitpun.

Mengapa para pemimpin tersebut tak perduli? Mungkin hitungan politisnya yang kurang siginifikan akan mendongkrak popularitas  mereka. Coba kalau hitungan politisnya tinggi, mereka akan tahan berlomba-lomba menggelontorkan biaya setinggi mungkin, meski sebenarnya duit yang digelontorkan tersebut sangat rawan ke halalannya. Itulah tipe pemimpin yang kita miliki saat ini, yang mana hati dan imannya telah buta.


 Buta akan penderitaan rakyat sendiri, buta akan kemiskinan yang dialami rakyat yang telah mempercayai mereka untuk memimpin negeri ini.

Mudah-mudahan, kisah Putri ini tidak akan terulang lagi. Mohon kiranya pemimpin negeri membuka hati, melihat masih banyak rakyat di sekeliling Anda yang membutuhkan usapan tangan dan sentuhan kasih sayang.

Karena Anda tidak akan menikmati rumah dinas megah, mobil mewah, fasilitas serba gratis, dan tentunya keluarga Anda tidak akan dengan gampangnya meraup keuntungan dari proyek-proyek di wilayah yang Anda pimpin, jika Anda tidak dipilih oleh rakyat. Janganlah membohongi rakyat dengan jargon yang tidak pernah terealisasikan. (*)

Komentar untuk "Derita Putri Jangan Terulang"
Komentar Anda:
Salin karakter yang terlihat di kotak atas.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Breaking News TV
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort