Table './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedTable './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedBangkaPos.cetak :: Gerbang Informasi Kepulauan Bangka Belitung
Sikap Kami
Harapan terhadap Pers
edisi: 13/Feb/2009 wib
MAKIN profesional dan proporsional itulah harapan terhadap pers di Bangka Belitung. Kualitas sumber daya manusia baik pengelola hingga wartawan dituntut lebih terasah sehingga peran pers semkain bermakna bagi pembangunan daerah.

Sejumlah catatan itu mencuat dalam dialog inter aktif dalam rangka Hari Pers 2009 yang digelar Persatuan Wartawan Sungailiat (PWS), Kamis (12/2).

Lontaran muncul dari mulut Gubernur Babel Eko Maulana Ali, Wakil Bupati Bangka Nurhidayat Rani, dan Kapolres Bangka AKBP Norman Widjajadi.

Masukan itu bukanlah dari orang awam, tapi mereka bersentuhan langsung dengan media. Sebagai pemimpin di Babel ini, mereka itu setiap hari menghiasai halaman media sebagai objek pemberitaan. Mereka juga pembaca setia. Jadi kritikan terhadap pers itu bukan mengada-ada. Sayangnya masukan itu tanpa dihadiri para petinggi media di Babel.

Apa yang diungkapkan Pak Eko, Pak Kapolres, dan Bang Dayat semata-mata kecintaan terhadap pers di Babel ini. Bila kita simak betul segala macam kritikan malah ada juga yang bernada setengah mengumpat, semua itu bentuk rasa tanggungjawab mereka terhadap pers. Dari banyaknya catatan terhadap media khususnya cetak di Babel, harapan mereka hanya satu, profesionalisme. Sikap profesional inilah sejatinya terus diasah oleh insan pers. Profesional tak saja menguntungkan para jurnalis dan lembaga pers, tapi juga memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Itulah tantangan insan pers di Babel saat ini. Kesan profesionalisme itu masih jauh dari kesempurnaan. Masih kerap dijumpai di sana-sini hal-hal yang baku standar untuk dipenuhi media belum sempurna. Wajarlah bila Pak Gubernur merasa kurang sreg, Pak Kapolres menganggap tak bijak, dan Bang Dayat menganggap dijauhi.

Sekali lagi itu hanyalah contoh kecilnya. Toh kalangan pers masih bisa berbesar hati, masih terdapat kelebihan pers, karena mereka masih mejadikan media sebagai kebutuhan.

Kritikan walau memang terasa pedas patut direnungkan dalam-dalam oleh insan pers di Babel ini. Para wartawannya, terlebih-lebih pengelola media. Semua kritikan itu terfokus pada satu hal yaitu tuntutan profesinalisme para jurnalis yang juga menjadi tanggungjawab pengelola media untuk meningkatkannya.

Tuntutan pers profesional dari tahun ketahun selalu menjadi perbincangan saat-saat HPN. Seolah pekerjaan rumah (PR) para pengelola media terhadap profesionalisme wartawan tak pernah tuntas. Pada hal kita ketahui, pengelola media berikhtiar, masalah profesionalisme ini hal tak bisa ditawar-tawar lagi.

Tidak berlebihan kalau dalam rangka hari pers kita juga coba mengangkat apa yang telah kita dapat dalam reformasi di bidang pers sebagai bahan perenungan untuk menuju kepada pers yang paling ideal bagi negeri ini, yaitu kepentingan pers dan masyarakat harus sama-sama dilindungi. Semua insan pers perlu memikirkan hal ini.(*)

Komentar untuk "Harapan terhadap Pers"
Komentar Anda:
Salin karakter yang terlihat di kotak atas.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Breaking News TV
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort