Table './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedTable './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failed
BangkaPos.cetak :: Gerbang Informasi Kepulauan Bangka Belitung
DI AWAL Tahun 2008, Babel Record kembali bikin gebrakan. Bekerja sama dengan perusahaan air minum dalam kemasan MDI (Minuman Diminati Insan), perusahaan rekaman yang konsisten mengangkat kesenian dan artis lokal ini meluncurkan album lagu daerah Pagar Alam Sumatera Selatan (Sumsel).
Bagi yang berminat terutama masyarakat Pagar Alam yang merantau di Babel, mulai hari ini Senin (14/1) album ini sudah bisa didapatkan di toko-toko kaset atau VCD di Bangka.
Album yang menampilkan irama musik khas gitar tunggal dari daerah Besemah Pagar Alam ini sangat menggugah kenangan karena banyak menceritakan tentang kampung halaman Pagar Alam.
Hepson Effendi, Pemilik MDI kepada harian ini mengatakan keterlibatan dalam album Besemah karena terpanggil untuk mengangkat dan melestarikan kesenian tradisional, gitar tunggal Pagar Alam.
Dijelaskannya, shooting video klip album sengaja dilakukan di dua tempat, yaitu Pagar Alam dan Babel. Hal ini untuk saling menukar budaya.
Salah satu lagu populer dalam album tersebut yaitu ‘Mamang Renjih’, bercerita tentang seorang mamang desa yang ‘koboi’ dan senang bergaul. “Lagu Mamang Renjih khas Pagar Alam. Album ini diproduksi oleh Babel Record,” ujar Hepson Effendi, Selasa (8/1) saat ditemui di Studio Babel Record.
Senada dengan Hepson, Andre Effendi Direktur Babel Record mengatakan perusahaan rekaman miliknya dan MDI berusaha mengangkat lagu kesenian Gitar Tunggal Besemah.
“Tujuan pembuatan album tersebut untuk melestarikan lagu daerah yang hampir dilupakan orang. Sebagai perantau kelahiran Pagar Alam, Bapak Hepson setelah melihat suksesnya album musik dambus Bangka, terpanggil untuk mengangkat kesenian daerah Pagar Alam,” jelas pria berambut gondrong yang akrab disapa Acil.
Dikatakannya, ke depan berencana untuk kolaborasi kebudayaan atau tukar budaya seperti lagu Mamang Renjih dalam album Besemah yang shooting videoklipnya di Pantai Tanjung Pesona, Sungailiat Bangka. Selain itu, ada juga beberapa lagu yang mengambil lokasi di Gunung Dempo Pagar Alam.
“Ucapan terima kasih Babel Record kepada Bapak Hepson, MDI, pengusaha yang terketuk hatinya untuk mengangkat kesenian daerah. Mudah-mudahan pemerintah bisa menghargai hal tersebut,” harapnya. (i5)