Seleb News
Musim Barat
Tangkapan Nelayan Turun 40 Persen
- Tidak Sebanding Biaya Melaut
- Banyak Kotoran
edisi: 09/Jan/2010 wib
TOBOALI, BANGKA POS -- Saat musim barat seperti sekarang ini, di laut biasanya terjadi arus dan gelombang pasang serta angin kencang. Namun, sejumlah nelayan jaring dan pancing di Basel tetap melaut walaupun hasil tangkapan menurun 30 sampai 40 persen dari biasanya.
Menurut salah seorang nelayan Basel Husein saat ditemui Bangka Pos Group di Pelabuhan Toboali, Jumat (8/1), menyebutkan, gelombang pasang dan angin kencang selama musim barat ini disinyalir menyebabkan laut menjadi kotor dan ikan berkurang.
“Di laut sekarang banyak sekali kotoran, mungkin karena musim gelombang pasang dan angin kencang sehingga membawa kotoran. Ikannya juga sekarang sangat berkurang. Kita hanya bisa dapat untuk bertahan hidup. Dan jika dihitung dengan biaya BBM (bahan bakar minyak--red), bekal makan dan minum, jelas banyak ruginya. Tetapi mau tidak mau kita harus ke laut,” kata Husein.
Selain itu, lanjut Husein, selama musim barat ini, aktivitas nelayan di tengah laut juga tidak berlangsung lama seperti biasanya.
“Biasanya kita tiga sampai empat hari di laut, sekarang lebih cepat pulang ke darat. Daripada kita lama-lama di laut, tetapi sedikit hasilnya, mendingan sudah dapat sedikit untuk bisa makan, kita pulang kembali ke darat,” ungkap Husein.
Disinggung mengenai risiko melaut pada musim barat karena gelombang dan arus kencang, Husein menyebutkan, bahaya selalu ada. Namun sejumlah nelayan sudah terbiasa dan bisa membaca kondisi alam.
“Kalau memang sangat membahayakan, kita cepat mendarat, tetapi kita sudah terbiasa melaut di musim barat,” tukas Husein.
Din, salah seorang nelayan pancing di Toboali mengaku, ia dan teman-temannya saat ini kesulitan mendapatkan umpan. Walaupun ada umpan, hasil tangkapan mereka juga tidak seberapa saat melaut di musim barat ini.
“Hanya untuk bertahan hidup saja kita melaut. Kita juga tetap waspada jika gelombang diserta angin kencang,” ungkap Din.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Basel Eriyanto Erik Mika mengimbau agar nelayan lebih waspada dan berhati-hati ketika melaut di musim barat.
“Nelayan jaring dan pancing sekarang melaut hanya untuk bertahan hidup. Nelayan jaring hasilnya berkurang sekali, nelayan pancing kesulitan pancing. Laut sekarang banyak kotoran yang terjaring di jaring-jaring nelayan,” kata Eriyanto kepada Bangka Pos Group, Jumat (8/1).
Eriyanto memperkirakan, aktivitas nelayan akan kembali normal pada Ferbruari 2010.
Harga Ikan Ekspor Naik
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Basel Soegianto juga mengimbau supaya nelayan berhati-hati saat melaut pada musim barat.
Soegianto menambahkan, walaupun hasil tangkapan nelayan saat ini berkurang karena arus dan angin kencang, persediaan ikan di sejumlah pasar di Basel masih cukup dan harganya pun masih stabil.
“Harga ikan yang dibeli pabrik untuk ikan kualitas ekspor sedikit membaik, bisa mengalami kenaikan Rp 2.000 sampai Rp 5.000,” ungkap Soegianto. (j2)
Terganggu Trawl, TI dan Kapal Isap
Ketua HNSI Basel Eriyanto Erik Mika mengungkapkan, selain gangguan musim barat, saat ini aktivitas nelayan di daerah itu juga terganggu oleh kapal trawl, tambang inkonvensional (TI) apung, dan kapal isap.
“Nasib nelayan dan penghasilannya akan semakin meningkat kalau keamanan dan kelestarian laut sama-sama dijaga. Selain itu, pembinaan dari dinas terkait harus lebih ditingkatkan. Pembinaan dan bantuan sarana harus dilakukan secara lebih terkoordinir dan terencana,” harap Eriyanto saat dikonfirmasi Bangka Pos Group, Jumat (8/1). (j2)