Hal ini dikatakan Kepala Dinas Dukcapil Basel, Sofian kepada Bangka Pos Group, Rabu (16/9) di ruang kerjanya.
Sofian menegaskan perhatian pemerintah terhadap para penduduk ilegal semakin serius, biasanya pasca Lebaran sering membawa serta keluarga dan kerabatnya.
“Sejak awal kita ingatkan agar yang bukan penduduk asli Basel, tetapi sudah terdaftar sebagai penduduk Basel. Jika pulang mudik pasca lebaran, bila membawa keluarga atau pun kerabat agar segera melaporkan ke pihak RT dan RW,” harap Sofian.
Meskipun sebagai keluarga, pendatang bersangkutan tidak bebas menumpang di rumah keluarga, harus dilaporkan. Dan bila tidak dilaporkan akan diambil tindakan tegas sesuai dengan undang-undang kependudukan serta perda yang berlaku di Bangka Selatan terkait kependudukan.
Sofian mengharapkan agar para warga yang membawa serta keluarga saat kembali lebaran untuk tidak menganggap sepele data dan administrasi kependudukan.
“Jika kerabat dan keluarga yang dibawa serta saat lebaran, harus dipastikan mau menetap atau sementara di Bangka Selatan. Kalau menetap harus cepat mengurus data kependudukan Bangka Selatan,” harap Sofian.
Sofian menambahkan bukan hanya pendatang yang masih berstatus keluarga tetapi pihaknya akan lebih berkonsentrasi terhadap kedatangan pendatang yang baru pertama kali datang ke Basel, untuk ditertibkan sejak awal kedatangan.
Kesadaran masyarakat untuk mengurus KTP dan data kependudukan lainnya, sejak Februari 2009 mengalami peningkatan besar. Hal ini menurut Sofian karena sosialiasasi yang terus dilakukan baik lewat media maupun sosialisasi di lapangan bersama masyarakat.
“Jumlah masyarakat yang membuat KTP hingga Agustus 2009 mencapai sekitar 12.519 orang. Hal ini jelas mengalami kenaikan besar. Setiap hari, kita bisa melayani 300-500 KTP. Dan kita usahakan agar berkas pembuatan KTP tidak menginap di kantor dukcapil, maka kita usahakan sehari bisa selesai dan selama ini beberapa jam saja bisa kita selesaikan,” jelas Sofian.
Selain KTP, jumlah pembuatan KK dan akte kelahiran pun meningkat. Hingga Agustus, jumlah pembuatan KK mencapai 2.184 orang sedangkan Akte sekitar 3.545.
(J2)Minta KTP DigratiskanUNTUK semakin memotivasi masyarakat dalam membuat KTP, masyarakat mengharapkan agar pembuatan KTP digratiskan.
Imran, warga Penutuk ketika dijumpai saat peristiwa pembunuhan pasutri Ependi dan Wagina kepada harian ini, terkait kepemilikan KTP mengaku sudah memiliki KTP Bangka Selatan.
“Pak, bisa gak pembuatan KTP digratiskan, karena kalau kita titip buat KTP, kita secara pribadi harus perhatikan juga uang bensin kawan yang kita minta bantuan, memang tidak dimintai tetapi kesadaran kita yang minta bantuan. Dan kalau harus bayar lagi, banyak biaya yang kita keluarkan, bisa nggak pembuatan KTP digratiskan. Kalau digratiskan, pasti semakin banyak orang yang buat KTP, supaya semuanya terdata,” pinta Imran.
Hal yang sama disampaikan Leo, warga Air Semut-Payung mengungkapkan pemerintah harus punya perhatian terhadap kepentingan rakyat, khususnya pembuatan KTP, paling tidak harganya disubsidi.
Terpisah Kepala Dinas Dukcapil Basel, Sofian ketika dikonfirmasi harian ini, Rabu (16/9) menjelaskan sudah mengusulkan dalam tahun anggaran 2010 untuk pembuatan KTP gratis. Akan tetapi proses pembuatan KTP gratis tidak dilakukan selama setahun, tetapi hanya sekitar tiga bulan. Jumlah anggaran yang diusulkan sekitar Rp 260.000.000.
“Kita sudah usulkan dalam anggaran tahun 2010, kita lihat saat-saat di mana antusiasme masyarakat tinggi untuk membuat KTP, kita gratiskan selama tiga bulanan. Kita perkirakan, bisa terpenuhi sedikit upaya agar semua maasyarakat memiliki KTP,” jelas Sofian.
Sofian menambahkan pihaknya sudah mengajukan usulan tetapi belum mendapat persetujuan.
“Kita harapkan agar wacana KTP gratis ini kembali dipertimbangkan oleh dewan dan pihak-pihak terkait, sehingga harapan masyarakat, bisa tersalurkan,” harapnya
. (J2) Data Pembuatan Administrasi Kependudukan | Tahun 2008 KTP : 8.715 KK : 1.573 Akte Kelahiran : 3.015
| Februari-Agustus 2009 KTP : 12.519 KK : 2.184 Akte Kelahiran : 3.545
| Sumber : Dukcapil Basel (J2) | |