Pantauan harian ini Jumat (12/3) sore, akibat penutupan tersebut, sempat terjadi kemecetan hingga puluhan meter. Sejumlah personel dari Satlantas Polresta Pangkalpinang tampak berjaga-jaga dan mengatur arus lalulinatas.
“Untuk sementara, Simpang Empat ini kita tutup menjadi dua jalur atau arah saja. Sehingga arus lalulintas dari arah Jalan Mentok ke arah Jalan Mesjid Jami dan sebaliknya tidak bisa lewat dan harus memutar ke Jalan A Yani atau Jalan Sekolah,” kata Kasatlantas Polresta Pangkalpinang, AKP Dadang KW, seizin Kapolresta Pangkalpinang AKBP Margiyanta.
Kasatlantas menjelaskan, penutupan tersebut selain mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang kerap terjadi di Simpang Empat Jalan Mentok, juga menanggapi keluhan masyarakat yang meminta dicarikan solusi tepat. Sebab untuk menunggu perbaikan yang dilakukan pihak Dinas Perhubungan tidak juga dilakukan walaupun telah rusak dan dilaporkan sejak empat bulan lalu.
“Penutupan ini akan terus dilakukan hingga traffic light kembali berfungsi sehingga tidak membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Pantauan Bangka Pos Group di lokasi penutupan dilakukan oleh Anggota Satlantas Polresta Pangkalpinang dipimpin langsung oleh Kasatlantas AKP Dadang KW sejak pukul 11.00 WIB. Arus dari arah Jalan Mentok
yang akan menuju Jalan Mesjid Jamik dialihkan kearah Jalan A Yani. Sedangkan arus kendaraan dari arah Jalan Mesjid Jamik yang akan menuju Jalan Mentok dialihkan ke arah Jalan Sekolah.
Pengendara Emosi
Penutupan Simpang Empat Jalan Mentok oleh Satlantas Polresta Pangkalpinang ditanggapi beragam oleh pengguna jalan.
Rahmat salah seorang sopir truk sembako misalnya, mengaku repot atas penutupan Simpang Empat Jalan Mentok. Menurutnya, dengan penutupan tersebut, ia harus memutar untuk mengantarkan barang ke arah Jalan Mentok dari kawasan Jalan Mesjid Jami.
Hal senada dikatakan Herman (36) warga Desa Kace Kecamatan Mendobarat. Ia menyatakan, mestinya penutupan dilakukan setelah ada sosialisasi atau imbauan terlebih dahulu.
“Kalau alasannya demi keamanan itu saya pikir memang tepat. Hanya saja yang kita sesalkan adalah dinas terkaitnya. Kok berbulan-bulan traffic light ini dibiarkan rusak dan tidak diperbaiki. Padahal volume lalulintas di sini sangat ramai.
Apa gunanya kami bayar pajak, kalau berlalulintas tidak nyaman seperti ini. Kami berharap kepada dinas terkait agar traffic light ini segera diperbaiki,” keluh Herman.
Sementara itu, saat harian ini melakukan pantauan ulang sekitar pukul 16.45 WIB, salah seorang pengendara sepeda motor tampak emosi. Sambil mengendarai sepeda motornya, ia mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas dan menendang salah satu tanda pembatas jalan yang dipasang oleh anggota Satlantas Polresta Pangkalpinang.
Pembatas jalan yang berbentuk kerucut itu bergelinding dan nyaris tertabrak mobil. Namun kejadian itu luput dari perhatian aparat yang tampak sibuk berjaga dan mengatur lalulintas.
Berbeda dengan Aswin, pengendara sepeda motor yang ditemui saat terjebak macet mengatakan, dirinya setuju dengan penutupan tersebut karena pengendara lebih tertib.
Dana ABT
Kepala Dinas PU Kota Pangkalpinang, Sarjulianto, dikonfirmasi Bangka Pos Group, Jumat (12/3) malam menyatakan, traffic light Simpang Mentok mengalami kerusakan total dan membutuhkan biaya perbaikan yang cukup besar. “Perbaikan baru akan dilakukan sekitar bulan Juni atau Juli nanti dengan menggunakan dana ABT.
Selain Simapang Empat Jalan Mentok, perbaikan juga akan dilakukan di Jalan Sudirman, di titik-titik tertentu nanti akan dijadikan satu arah,” jelas Sarjulianto
.(die/gia)