Table './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedTable './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failed
BangkaPos.cetak :: Gerbang Informasi Kepulauan Bangka Belitung
Armada Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pangkalpinang
PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Jumlah penduduk Kota Pangkalpinang dari tahun ke tahun terus bertambah. Bahkan dari data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pangkalpinang, pada Desember 2009 hingga Februari 2010 jumlah penduduk Pangkalpinang meningkat dratis, yakni 2.000 jiwa per bulan.
“Dinas Kependudukan dan Capil melakukan pendataan secara umum, ditentukan dari banyaknya jumlah laki-laki dan perempuan di Kota Pangkalpinang ini,” kata Jumhari mewakili Dinas Kependudukan dan Capil Kota Pangkalpinang dalam rapat Interdep Sensus Penduduk (SP) 2010, Kamis (11/3).
Jumhari mengungkapkan saat ini jumlah penduduk Kota Pangkalpinang mencapai 197.124 jiwa terdiri dari 100.661 laki-laki dan 96.463 perempuan. Sedangkan untuk kelompok umur, dibedakan dari umur 23 hingga 29 tahun sebanyak 23.153 jiwa dan 70 hingga 74 ada 2.500 jiwa.
Dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kota Pangkalpinang tentunya mempengaruhi angka pencari kerja yang saat ini sudah mencapai 12.513 jiwa.
“Jumlah itu kami dapat dari BPS, berdasarkan dari data itulah kami dapat melakukan beberapa tindakan atau program untuk mengurangi jumlah pencari kerja di sekitar Kota Pangkalpinang ini. Namun karena pertambahan penduduk membuat pencari kerja bertambah banyak,” ungkap Kepala Dinsosnaker Kota Pangkalpinang, Armada ketika ditemui harian ini disela-sela acara.
Menurut Armada kemungkinan jumlah pencari kerja tersebut bisa saja lebih kecil, pasalnya mereka yang sudah mendapat pekerjaan seringkali tidak melapor.
“Kendalanya di situ, banyak yang sudah bekerja tapi tidak melapor lagi. Kami jadi tidak tahu seberapa besar daya serapnya,” ujar Armada.
Di sisi lain Armada mengungkapkan angka tuna susila di Kota Pangkalpinang menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya.
“Syukur lah jumlah tuna susila pada dua tempat prostitusi di Pangkalpinang telah berkurang. Sekarang jumlahnya ada 426, jumlah merupakan gabungan tuna susila dari Teluk Bayur dan Parit Enam. Naik turunnya tuna susila di Pangkalpinang tergantung dari situasi perekonomian masyarakat, dulu ketika lagi musim timah jumlah tuna susila meningkat drastis menjadi 800 orang,” terang Armada.
Armada mengakui secara pribadi dirinya menyetujui adanya lokalisasi di Kota Pangkalpinang.
“Secara pribadi saya setuju karena bisa dijadikan sebagai zona penanggulangan tingkat perkosaan di Pangkalpinang ini. Kalau berpencar kemana-mana hal itu juga akan membuat wabah penyakit lebih mudah menyebar,” kata Armada.
Untuk mengatasi masalah pencari kerja dan tuna susila, lanjut Armada, pihaknya telah membuat beberapa program.
“Kami telah menciptakan lapangan kerja baru yang tidak memerlukan teknologi tinggi dan juga melakukan sistem padat karya untuk mengatasi masalah pencari kerja. Sedangkan untuk
mengatasi masalah tuna susila, kami terus memotivasi mereka dengan selalu memberikan imbauan dan penyuluhan,” tukas Armada.(k8)