Table './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedTable './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedBangkaPos.cetak :: Gerbang Informasi Kepulauan Bangka Belitung
Etalase
Dulmatin Cucu Orang Terkaya
  •  Diantarkan Ribuan Pelayat
  •  Masyarakat Loning Terima
edisi: 13/Mar/2010 wib
AP Photo/Budi N.D. Dharmawan
MEMBAWA -- Ratusan warga membawa jenazah Dulmatin ke tempat pemakaman umum (TPU) Loning, Desa Petarukan Kecamatan Petarukan , Pemalang, Jumat (12/3).
PEMALANG, BANGKA POS — Keluarga Dulmatin (41) alias Joko Pitono alias Amar Usmanan, merupakan orang terpandang di Desa Petarukan, Kecamatan Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Kakeknya, almarhum Haji Sofi keturunan Arab, orang berada, dan semasa jayanya dianggap orang terkaya se-Pemalang dengan ratusan hektare sawah.
Faktor inilah yang membuat warga enggan menolak jenazah teroris yang ditembak Densus 88 Antiteror itu di Pamulang, Tangerang, Selasa (9/3).

Dulmatin pun dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Loning, Desa Petarukan, Kecamatan Petarukan, Pemalang, Jumat (12/3) sektiar pukul 08.00 tanpa penolakan berarti. Jasad laki-laki yang dituduh bersama

Azahari Husin merakit Bom Bali I, 12 Oktober 2002, tiba pukul 04.00. Saat proses pemakaman, tidak kurang dari 5.000 orang pelayat hadir mengatarkan ayah enam orang anak ini ke liang lahat.

Tidak seperti beberapa tersangka teroris yang mayatnya ditolak dimakamkan di daerah masing-masing, jenazah Dulmatin justru menjadi tontonan masyarakat setempat. Ribuan warga Loning yang melihat prosesi pemakaman juga turut membuat sesak pekuburan.

Heri, tokoh masyarakat Loning mengatakan masyarakat Loning menerima Dulmatin dimakamkan di wilayah tersebut karena selama ini Dulmatin tidak memiliki masalah dengan masyarakat setempat.

 Bahkan pada masa kecilnya yang banyak dihabiskan di desa Patarukan, Dulmatin dikenal sebagai sosok yang tidak pernah menyakiti hati teman-temannya. “Masyarakat Loning terbuka terhadap pemakaman Amar,” kata Heri.

Sejak kedatangan jenazah di rumah duka di Desa Petarukan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, selalu dielu-elukan pelayat.

Dulmatin kecil dinamai Joko Pitono. Kemudian saat remaja berganti nama menjadi Amar Usmanan. Dan sepulang dari Malaysia tahun 2000-an, dia dikenal mulai agak radikal. Diduga dia terpengaruh lingkungan pergaulannya, dan terjebak masuk jaringan teroris, Jamaah Islamiyah (JI), dan kemudian dia terkenal dengan nama Dulmatin.

Setelah disemayamkan sekitar 4 jam di rumah orang tua Dulmatin, pasangan H Jazuli (ayah tiri Dulmatin) dan Hj Masniyati, di Jalan Garuda Petarukan, jenazah lelaki Dulmatin disalatkan di Masjid Agung , Jumat (12/3) pukul 07.00 WIB. Kemudian diarak menuju pemakaman keluarga besar H Sofi, yakni Makam Dowo di Desa Loning, sekitar 5 kilometer dari Kelurahan Petarukan.

Saat diusung dari RS Polri Soekanto Jakarta Timur, Kamis (11/3) malam, jasad Dulmatin dimasukkan ke dalam peti mati. Kemudian setibanya di Pemalang, keluarga mengeluarkannya dari peti. Jenasah hanya ditutupi kain kafan, sedangkan peti matinya dibuang. Dia dibawa dengan menggunakan mobil Toyota Kijang diikuti konvoi ratusan mobil dan motor pelayat.

Sepanjang jalan menuju pemakaman terasa sekali suasana duka para pelayat. Mereka terus meneriakkan takbir “Allahu Akbar”. Sesekali mereka juga meneriakkan “Polisi Kafir,” seakan tidak takut terhadap ratusan polisi yang mengawal di sepanjang jalan. (PersdaNetwork/ ewa)

Rumah Idaman Dulmatin


DULMATIN kini tidur tenang di sepetak tanah di Makam Dowo, sebuah pemakaman di Desa Loning. Sebuah kampung di pesisir utara Kacamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jateng.

Andaikan tidak terlibat dalam kegiatan teroris, mungkin sepetak tanah tersebut tidak akan menjadi tanah makam Dulmatin, melainkan rumah hunian. Ya, sekitar 10 tahun lalu, Joko Pitono alias Amar Usman alias Dulmatin pernah merencanakan membangun rumah di sepetak tanah tersebut.

Bekas-bekas impian Dulmatin jelas tergambar pada sepetak tanah tersebut. Fondasi rumah dengan tinggi sekitar satu meter berbentuk bujur sangkar seluas 60 meter persegi telah terbangun.

Ayah tiri Dulmatin, Jazuli Arwan mengatakan, dia memang berencana membangun rumah di petak tanah itu. “Sudah lama, mau dibangun tapi tidak jadi. Mungkin pada awal 2000-an,” jelasnya.

Tetpi tidak ada alasan jelas mengapa rencana membangun rumah tersebut tertunda. Meskipun letaknya di daerah pekuburan, bagi dulmatin itu tidak masalah, dia orang yang cukup pemberani. Pembangunan rumah tersebut tak sempat diteruskan.

Lelaki yang pernah mengenyaam kuliah di fakultas teknik kimia hingga Semester IV Niversitas Gadjamada (UGM) telanjur menghilang tahun 2002. Dia dinyatakan menjadi tersangka peracik bom  Bali 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang.

Hampir delapan tahun Dulmatin tak ketahuan rimbanya. Dikabarkan dia bergabung dengan kelompok separatis di Mindanao, Filipina Selatan, Abu Sayyaf.
 Karena memberontah, kelompok ini menjadi musuh dan diperangi militer Filipina.

 Dalam baku tembang yang terjadi bekali-kali, Dulmatin disebut tewas sampai tiga kali, yakni tahun 2005, 2007 dan 2008. Namun ternyata tidak terbukti.
“Kayaknya pernah tiga kali Amar dinyatakan mati. Ternyata salah semua,” ujar Jazuli.

Langkah lelaki kelahiran 1970 itu seperti tak berjejak. Sulit ditemukan. Bahkan saat istrinya dan anaknya tertangkap dalan sebuah penggrebekan di Filipina Selatan, Dulmatin pun tak kelihatan batang hidungnya.

Baru pada Selasa 9 Maret 2010, jejak si peracik bom ini tercium Densus 88 Antiteror di sebuah warnet di Pamulang, Tangerang Selatan.

 Seperti tak menyia-nyiakan lagi, penegak hukum memberondongnya dengan 10 peluru. Akhirnya Dulmatin ditangkap mati dan akhirnya dimakamkan di sepetak tanah yang mau dijadikan rumahnya. (Persda network/ewa)



Komentar untuk "Dulmatin Cucu Orang Terkaya"
Komentar Anda:
Salin karakter yang terlihat di kotak atas.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Breaking News TV
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort