Table './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedTable './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failed
BangkaPos.cetak :: Gerbang Informasi Kepulauan Bangka Belitung
TAK ingin bernasib sama dengan menteri sebelumnya yang terhempas sakit di pertengahan jalan pemerintahan, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto diam-diam mengantongi ‘obat kuat’ untuk bertahan di pemerintahan SBY-JK yang penuh dengan pekerjaan rumah dan harapan segudang dari masyarakat di tanah air.
Anehnya, ‘obat kuat’ yang dikantongi Mardiyanto bukan sembarang obat yang berbentuk tablet maupun kapsul yang kerap diberikan dokter atau dukun kepada sang pasien. ‘Obat kuat’ yang dimiliki Mardiyanto ternyata dijual bebas kepada publik. Mau tahu apa ‘obat kuat’ Mardiyanto?
Kepada Bangka Pos Group, usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor Presiden, Jakarta, Jumat sore (9/11), mantan Gubernur Jawa Tengah ini membeberkan obat kuatnya selama ini.
“Saya mempunyai pil sabar. Pil ini diminum setiap ada masalah,” kata Mardiyanto sambil tersenyum lebar. Menurut Mardiyanto, selama berada dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), pil sabar ini memulihkan kekuataannya dalam bertugas dan berdinas. “Obat ini tidak terukur nilainya,” ujarnya.
Namun demikian, Mardiyanto mengaku, selain menggunakan pil sabar, untuk memulihkan kesehatannya, setiap minggu acara gelar golf pun diagendakan dalam rutinitas Mardiyanto.
“Saya golf saja setiap minggu. Dan memang tinggal itu satu-satunya yang masih bisa dilakukan. Itu juga saya paksakan,” katanya seraya mengemukakan dirinya ogah untuk berolahraga tenis lantaran takut salah urat. “Kalau tenis saya takut salah urat,” ujarnya.
Mardiyanto mulai bergabung dalam pemerintahan pada 29 Agustus 2007 lalu. Selama menjabat Mendagri, satu per satu persoalan mulai membelit. Kasus calon anggota KPU Syamsulbahri dan sejumlah pilkada di tanah air merupakan kasus besar yang mendapat sorotan publik. (Persda Network/ade)