Table './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failedTable './u5609_bapos_2007/tb_comments' is marked as crashed and last (automatic?) repair failed
BangkaPos.cetak :: Gerbang Informasi Kepulauan Bangka Belitung
JAKARTA, BANGKA POS -- Meski pendapatan dari bisnis telekomunikasi di kapal penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) tidak terlalu tinggi, PT Telkomsel Tbk tetap akan memasangi pemancar telekomunikasi di kapal-kapal Pelni yang belum terpasangi pemancar.
VP Telkomsel Area II Jabodetabek-Jawa Barat-Banten, Irwin Sakti mengatakan, pendapatan dari bisnis telekomunikasi di atas kapal laut tidak lebih dari Rp 1 miliar per tahunnya. Meski demikian masih ada keuntungan.
“Telkomsel tetap akan memasang karena komitmen untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jadi di tengah laut pun kami berusaha untuk memberikan pelayanan,” kata Irwin di Jakarta, Selasa (9/3). Tahun ini, jelasnya, Telkomsel akan memasang base transceiver station (BTS) di sejumlah kapal Pelni.
“Targetnya seluruh kapal Pelni akan dipasangi. Tetapi itu tergantug dari kesiapan dari Pelni sendiri, kalau ada kapal yang telah siap maka akan kami pasangi BTS,” kata Irwin usai paparan Telkomsel di Jakarta, Selasa (9/3).
Dijelaskannya, kapal penumpang Pelni yang telah dipasang BTS sebanyak 14 unit. Sedangkan sisanya masih ada 11 unit lagi. Menurutnya, Telkomsel tidak menargetkan sampai kapan seluruh kapal dipasang BTS, akan tetapi pihaknya akan melihat aspek bisnisnya.
Kalau kapal dengan rute yang banyak dilalui penumpang maka akan dipasang alat pemancar tersebut. Menurutnya, dalam satu kapal Telkomsel memasang dua hingga tiga BTS dengan kapasitas yang tidak terlalu besar, sehingga hanya sekitar 30 orang yang bisa berkomunikasi pada saat bersamaan.
Sementara Kepala Biro Humas Pelni, Daniel Bangonan mengatakan, pihaknya memang telah menyiapkan beberapa kapal untuk dipasang BTS tahun ini.
“Agar pelayanan kepada penumpang makin maksimal, maka akan ada beberapa lagi yang disiapkan dipasangi BTS,” kata Daniel . (PersdaNetwork/ewa)